REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak 1.000 penyandang disabilitas membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu. "Hari ini kita menyaksikan pembacaan teks proklamasi menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas. Ketika teks proklamasi dihadirkan menggunakan bahasa isyarat, kata Paku Alam X, masyarakat tidak hanya menyaksikan penerjemahan kata-kata menjadi gerak dan isyarat. Kehadiran 1.000 penyandang disabilitas di ruang publik Yogyakarta tersebut sekaligus memberikan makna tersendiri menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Teks Proklamasi yang selama ini identik dengan pembacaan secara verbal dihadirkan melalui ekspresi visual sehingga semangat yang terkandung di dalamnya dapat dirayakan bersama.