REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Angka partisipasi kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat hingga 46 persen. Namun, capaian tersebut masih dibayangi persoalan ekonomi karena sekitar 30,9 persen siswa yang melanjutkan pendidikan berada dalam kondisi rentan terhadap kemiskinan. Karena itu, ia berharap Danais dapat dimanfaatkan untuk memperkuat akses pendidikan warga DIY sekaligus mendukung kesejahteraan tenaga pendidik. Dwi menilai, persoalan akses pendidikan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan keinginan masyarakat untuk kuliah, tetapi juga kemampuan ekonomi keluarga. Dia menegaskan, perlunya data yang lebih lengkap mengenai warga DIY yang melanjutkan kuliah maupun lulusan SLTA yang belum mampu meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.