RUDAL KOREA UTARA - Menteri pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi saat jumpa pers Rabu (12/8/2026). “Termasuk peluncuran rudal balistik yang dilakukan berulang kali sebelumnya, rangkaian tindakan Korea Utara mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, serta masyarakat internasional,” kata Koizumi. Koizumi mengatakan pemerintah Jepang telah menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur Kedutaan Besar Jepang di Beijing. Pyongyang sebelumnya juga menembakkan rudal balistik pada 6 Agustus 2026. Apabila menghitung seluruh proyektil yang diduga sebagai rudal balistik, peluncuran terbaru menjadi yang ketujuh sejak awal 2026.