"Ini tidak akan ada pemunduran. Rencananya PSEL akan dibangun di lahan sekitar 5,7 hektare di kawasan Piyungan. Fadli menyebut, investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun, bergantung pada hasil desain yang tengah dimatangkan tahun ini. Dia menyampaikan, PSEL di Piyungan ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik. Dari 1.000 ton sampah yang diolah setiap hari, fasilitas tersebut diperkirakan menghasilkan listrik sebesar 18–20 megawatt (MW) per hari, bergantung pada desain.