TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengubah strategi dalam menghadapi Iran setelah lebih dari 23 pekan konflik berlangsung. Trump menilai kondisi ekonomi Iran sudah cukup tertekan sehingga tidak perlu melakukan eskalasi militer baru. Menurutnya, keputusan Presiden AS yang lebih mengedepankan dialog dan tekanan ekonomi justru mencerminkan melemahnya posisi Amerika Serikat dalam menghadapi Iran. Baca juga: Selat Hormuz Jadi Penentu Akhir Perang, Iran Pasang Syarat, Trump Tuntut Teheran Ganti Rugi 50 TahunMenurut Zulfan, Trump juga gagal memahami strategi perang Iran yang mengombinasikan pertahanan aktif dengan diplomasi. Langkah tersebut bertujuan menekan ekspor minyak Iran yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan negara.