Melalui Gelar Wicara bertajuk 'Indonesia dalam Sejarah Sains, Sains dalam Sejarah Indonesia' yang diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Komisi X DPR RI di Museum Multatuli, Lebak, Banten, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani mengatakan, sejarah menunjukkan bahwa sains bukan sesuatu yang asing bagi Indonesia. Najib menambahkan, membaca kembali sejarah tersebut penting untuk membangun budaya sains dan kepercayaan diri bangsa. Sains dapat berperan untuk menguji, memvalidasi, menjelaskan, dan mengembangkan pengetahuan lokal sehingga dapat dipahami secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma menjelaskan bahwa tantangan penguatan budaya sains tidak hanya berkaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sains, tetapi juga dengan keterlibatan publik dalam aktivitas dan percakapan ilmiah. Melalui gelar wicara ini, Kemendiktisaintek mendorong agar sejarah sains tidak berhenti sebagai arsip masa lalu.