REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kondisi keamanan di Timur Tengah kian panas menyusul serangan Amerika Serikat dan Saudi ke Irak pada Rabu (28/7/2026). - (378th AEW/PA)Dewan itu menyerukan "penggunaan jalur diplomasi sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa" dan menyatakan bahwa Irak harus "menjauhi konflik regional". Sebelumnya, pihak kepresidenan Irak telah mengecam serangan tersebut serta "penggunaan wilayah Irak sebagai titik peluncuran atau medan pertempuran untuk serangan terhadap negara-negara tetangga". Pada hari yang sama, sebuah pesawat nirawak menghantam kapal tanker penyimpanan gas milik AS di pelabuhan Damietta, Mesir, yang terletak di Laut Tengah, menurut perusahaan keamanan maritim Ambrey. Di tengah eskalasi itu, Angkatan bersenjata dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berpartisipasi dalam latihan militer gabungan di Bahrain, demikian pernyataan Angkatan Pertahanan negara tersebut.