REPUBLIKA.CO.ID, Arab Saudi menyatakan pada Selasa malam bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menjatuhkan beberapa pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Irak. Serangan ini terjadi setelah sebelumnya kelompok Houthi dari Yaman melancarkan pesawat nirawak ke fasilitas minyak di Saudi. Arab Saudi memiliki hak sah untuk membela diri serta melindungi kemampuan nasionalnya, dan berhak untuk memberikan tanggapan "pada waktu dan tempat yang tepat," ujar al-Maliki dilansir Al-Arabiya, Selasa. Pada hari Senin, PM Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan terkait serangan drone pertama tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Citra satelit menunjukkan asap membubung dari fasilitas pengolahan minyak Saudi di Kilang Jazan.