REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas dilaporkan telah memberikan respons resmi atas proposal atau rencana Presiden AS Donald Trump akhiri perang di Jalur Gaza. Dalam surat yang didapatkan Drop Site, pada Jumat (3/10/2025), terungkap Hamas menyetujui pelepasan sandera dan pertukaran tahanan namun menuntut dilibatkan dalam urusan masa depan Gaza. Dalam hal ini, Hamas menegaskan kesiapannya untuk segera memasuki proses negosiasi, lewat mediator, untuk mendiskusikan detailnya. Hamas juga menegaskan persetujuannya atas penyerahan pemerintahan Jalur Gaza ke sebuah badan Palestina yang berisi teknokrat independen, berdasarkan konsensus nasional Palestina dan dukungan negara Arab dan negara Islam. Masalah-masalah ini harus didiskusikan dalam kerangka kesatuan nasional Palestina, di mana Hamas akan berpartisipasi dan berkontribusi secara bertanggung jawab.