REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Amnesty International pada Rabu (1/9/2025) mendesak FIFA dan UEFA untuk menangguhkan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dari turnamen sampai asosiasi tersebut melarang klub-klub yang berbasis di koloni ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT). "Saat tim nasional sepak bola Israel bersiap untuk kualifikasi Piala Dunia melawan Norwegia dan Italia, Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Pada saat yang bersamaan, katanya, Israel secara brutal memperluas koloni ilegal mereka dan melegitimasi pos-pos ilegal di Tepi Barat sebagai bagian dari pendudukan ilegal mereka di Wilayah Palestina. Sedikitnya ada enam klub yang berbasis di daerah permukiman di OPT yang saat ini masih terus bermain di liga-liga Israel, yang melanggar hukum internasional dan statuta FIFA. Pasal 64.2 statuta FIFA menyatakan bahwa "Asosiasi anggota beserta klub mereka dilarang bermain di wilayah asosiasi anggota lain tanpa persetujuan asosiasi tersebut".