REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Akademisi Universitas Nusa Cendana, Dr. Roland E. Fanggidae, mendorong pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur untuk mengoptimalkan program prioritas nasional dan potensi daerah sebagai strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Arahan ini diungkapkannya di Kupang, Kamis (29/1), sebagai tanggapan atas kebijakan Gubernur NTT Melki Laka Lena yang menargetkan peningkatan PAD dari Rp1,297 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada 2026. Dr. Roland menekankan pentingnya sinergi antar OPD dalam menerjemahkan arahan gubernur agar target peningkatan PAD dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, ketergantungan terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat harus dikurangi mengingat adanya potensi rasionalisasi dan pengetatan anggaran di masa depan. Selain itu, pemetaan kembali potensi daerah serta profesionalisme dalam pengelolaannya harus menjadi prioritas.