REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG, – Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen untuk menurunkan biaya produksi arak Bali yang selama ini menjadi beban bagi perajin dan petani. Dalam peringatan Hari Arak Bali Ke-6 di Kabupaten Badung pada Kamis, Koster menyatakan akan mengajukan surat kepada Menteri Keuangan untuk menurunkan biaya pita cukai arak Bali. Gubernur Koster juga menyoroti besarnya biaya pita cukai yang dikenakan pada arak Bali. Dengan mengurangi beban biaya bagi perajin dan petani, Pemprov Bali bertujuan agar arak Bali bisa bersaing dengan produk minuman beralkohol luar negeri. "Mari kita doakan agar arak Bali ini menjadi minuman spirit ketujuh dunia, tapi supaya bisa masuk ke tujuh dunia harus dideskripsikan kekhasan produk arak Bali ini," tambahnya.