REPUBLIKA.CO.ID, SIPIROK, – Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mendesak dilakukannya normalisasi aliran Sungai Garoga secara menyeluruh pasca-bencana hidrometeorologi. Gus Irawan menjelaskan bahwa sebelum bencana terjadi, hulu Sungai Garoga memiliki dua aliran. Namun, bencana hidrometeorologi mengubahnya menjadi tiga aliran: Garoga 1, Garoga 2, dan Garoga 3, dengan Garoga 3 sebagai yang terpanjang. Ketiga aliran ini dihubungkan oleh dua Jembatan Bailey sementara yang berfungsi sebagai jalur darurat yang menghubungkan Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Pembangunan Jembatan PermanenBupati juga mendorong pembangunan jembatan permanen di atas aliran Sungai Garoga yang menghubungkan tiga wilayah tersebut.