REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyingkap sebuah jaringan terowongan bawah laut yang diduga menjadi tempat ratusan rudal penjelajah jarak jauh tersimpan, sambil mengingatkan bahwa Selat Hormuz tak akan aman jika negara itu diserang. Tangsiri mengatakan, bahwa Angkatan Laut IRGC memiliki satu jaringan rudal bawah tanah di bawah laut, yang dikembangkan untuk menghadapi ancaman kapal-kapal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Teluk dan Laut Oman. Kontrol Selat HormuzPengungkapan jaringan rudal bawah laut Iran bersamaan dengan ancaman dari Angkatan Laut Iran terhadap jalur lalu lintas di Selat Hormuz, sebuah jalur strategis yang selama ini digunakan oleh kapal-kapal untuk memasok seperlima dari total konsumsi minyak di dunia. Wakil Kepala Politik Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh, mengatakan Iran mendemonstrasikan 'dominasi penuh' terhadap Hormuz baik di udara, permukaan laut, dan bawah laut. Diketahui lebih dari 21 juta barel minyak melintas di Selat Hormuz setiap harinya, atau 37 persen dari lalu lintas perdagangan minyak di dunia.