REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Serangan militer Israel ke sekolah Fatima Bint Assad di Jabalia, utara Jalur Gaza, pada Mei 2025 silam, membawa penderitaan yang mendalam bagi Anak perempuan Palestina berusia 9 tahun, Malak Khader. Serangan militer Israel menghancurkan sekolah dan menewaskan semua anggota keluarga inti Malak. Namun, akibat serangan itu, Malak mengalami luka parah dan harus rela kehilangan salah satu kakinya diamputasi sebagai upaya medis untuk menyelamatkan nyawanya. Ia sering merasa cemas dan takut, mengalami kesulitan tidur, serta menunjukkan tanda-tanda stres pasca trauma. Kehilangan keluarga serta kehidupan normalnya membuat Malak sulit beradaptasi, tetapi ia menemukan pelarian dalam seni menggambar, yang membantunya mengatasi sebagian rasa trauma.