IPK dinilai penting tetapi tidak menjadi satu-satunya orientasi dalam proses pendidikan tinggi. Fenomena mahasiswa yang terlalu fokus mengejar nilai masih banyak terjadi. Kondisi ini juga diperkuat sistem pendidikan yang masih menempatkan nilai sebagai indikator utama keberhasilan, baik dalam beasiswa, seleksi kerja, maupun penilaian prestasi. “IPK memang penting sebagai indikator akademik, tetapi yang jauh lebih penting bagaimana mahasiswa membangun cara berpikir, karakter, dan kemampuan reflektif. ‘’IPK seharusnya menjadi hasil dari proses belajar yang sehat, bukan target yang dikejar dengan mengorbankan kesehatan mental dan kualitas pemahaman,” katanya menegaskan.