REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis (29/1/2026), bergerak melemah 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp 16.752 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.722 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan rupiah berpotensi menguat seiring isu intervensi pemerintah AS terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp 16.700–Rp 16.750, dipengaruhi oleh berlanjutnya tren pelemahan indeks dolar global dan keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuan di level 3,5 persen sesuai prediksi. Independensi The Fed masih terus membayangi dan menimbulkan ketidakpastian,” katanya di Jakarta, Kamis. Mengutip Anadolu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada kisaran 3,5–3,75 persen.