ILUSTRASI SERANGAN JANTUNG - Seorang ibu hampir meninggal karena serangan jantung setelah mencoba membantu anaknya mengerjakan PR Matematika. Stres, kecemasan, dan depresi tidak hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga bisa mengganggu ritme jantung. Menurut dr. Anindita Wulandari, SpJP, FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, stres kronis bisa memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol secara berlebihan. “Stres yang berlangsung lama membuat tekanan darah naik, detak jantung menjadi tidak teratur, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko serangan jantung,” jelas dr. Anindita pada keterangannya, Minggu (28/9/2025). Denyut jantung meningkat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah naik.