None
ID
Misteri Pancang-Pancang Beton Laut Batam
['Ajang Nurdin', 'Diterbitkan Agustus', 'Yacob Billiocta', 'Tim Redaksi']
Liputan6.com Jawa Barat
Nelayan di sekitar lokasi kemudian mendapatkan uang sagu hati dengan nilai sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.
AdvertisementNamun, Syawal menegaskan saat itu dirinya tidak mengetahui bahwa pemasangan pancang tersebut berkaitan dengan kaveling atau rencana pengalokasian ruang laut.
Menurut Rahmat, penggunaan pancang beton menjadi salah satu ciri yang membedakan praktik pematokan ruang laut di Batam dengan sejumlah daerah lain.
“Kalau di daerah luar Batam itu ada pemagaran bambu di laut.
Ia mengaku persoalan pengkavelingan laut kini semakin terbuka setelah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ikut menyinggung keberadaan kapling-kapling di laut.