Liputan6.com, Jakarta - Siap mengudara, sebanyak 60 unit electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) atau helikopter bertenaga baterai listrik direncanakan beroperasi di Indonesia untuk melayani air taxi (taksi udara) dan keperluan mobilitas lainnya. Kerja sama ini merepresentasikan potensi nilai transaksi mencapai CNY 1 miliar atau sekitar Rp 2,7 triliun, apabila seluruh rencana terealisasi sesuai tahapan dan kesepakatan para pihak. “Program AutoFlight merupakan bagian dari pipeline eVTOL Whitesky yang secara keseluruhan mencapai hingga 152 unit dari produsen Asia, termasuk 122 unit dari China dan 30 unit dari Jepang,” ungkap Founder Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, Rabu (12/8/2026). AdvertisementPihaknya memperkirakan keseluruhan peluang bisnis dari berbagai fase implementasi eVTOL tersebut memiliki nilai potensi mencapai sekitar Rp 7,8 triliun dalam jangka waktu pengembangan sekitar 10 tahun. “Estimasi tersebut merepresentasikan skenario pertumbuhan jangka panjang dan bukan nilai pendapatan maupun transaksi efektif saat ini,” jelas Denon.