Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mencatat posisi utang sebesar Rp 10.293,69 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp 1.326,90 triliun. Pemerintah menegaskan pengelolaan utang dilakukan secara cermat dan terukur untuk menjaga portofolio utang tetap optimal sekaligus mendukung pengembangan pasar keuangan domestik. AdvertisementKomposisi utang pemerintah masih didominasi instrumen SBN dengan porsi 87,11%, sementara pinjaman memiliki porsi sekitar 12,89% dari total utang. Dominasi SBN menunjukkan strategi pembiayaan pemerintah yang lebih mengandalkan pasar keuangan domestik dibandingkan pinjaman langsung, baik dari dalam maupun luar negeri.