Liputan6.com, Jakarta - Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA) mengatakan, permintaan minyak dunia akan turun lebih dalam dari perkiraan sebelumnya pada 2026. Mengutip CNBC, Rabu (12/8/2026), IEA memprediksi permintaan minyak akan turun 1,6 juta barel per hari pada 2026. IEA menyebutkan, harga bahan bakar tinggi yang akan terus membebani tingkat konsumsi meskipun permintaan akan meningkat sepanjang tahun dan kembali tumbuh pada kuartal terakhir. Minyak mentah Brent, sebagai acuan internasional, sempat melampaui angka US$100 per barel bulan lalu, namun juga sempat turun hingga mendekati US$ 70 per barel. Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan minyak yang dapat mengguncang stabilitas global akibat penutupan selat tersebut pada Maret ternyata tidak terbukti.