Ular laut yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut terekam sedang berenang pada kedalaman sekitar 245 meter di Browse Basin, wilayah North West Shelf, Australia Barat. Hampir tiga tahun setelah rekaman pertama, ROV kembali menemukan ular laut di kawasan yang sama pada kedalaman sekitar 239 meter, sehingga terdapat setidaknya dua pengamatan yang menunjukkan bahwa ular laut dapat mencapai zona lebih dari 200 meter di bawah permukaan. Kedalaman 245 meter menjadi semakin menarik karena wilayah tersebut sudah termasuk zona mesopelagik atau yang kerap disebut zona senja, yakni bagian laut yang secara umum berada pada kedalaman sekitar 200 hingga 1.000 meter. Bagi ular laut yang bernapas menggunakan paru-paru, kemampuan mencapai lingkungan tersebut menunjukkan bahwa batas kemampuan menyelam kelompok reptil ini mungkin lebih jauh daripada yang sebelumnya diperkirakan. Lalu, apakah temuan tersebut berarti ular laut memang hidup di laut dalam?