Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu, (12/8/2026). Analis memprediksi rupiah hari ini konsolidasi seiring perkembangan geoolitik di Timur Tengah sedangkan dari dalam negeri, pelaku pasar menanti MSCI. Mengutip Antara, rupiah terhadap dolar AS turun delapan poin atau 0,04% menjadi 17.869 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.861 per dolar AS. “Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam,” tutur Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong dikutip dari Antara. “Keduanya baik inflasi utama dan inti diperkirakan akan turun, inflasi YoY (year on year) diperkirakan turun dari 2,6% ke 2,5%, sedangkan inti YoY turun dari 3,5% ke 3,4%,” kata dia.