Liputan6.com, Jakarta - Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melaporkan kerugian bersih lebih dari US$ 238 juta atau sekitar Rp 4,24 triliun pada kuartal II tahun fiskal 2026. Perusahaan menyebut sebagian besar tekanan berasal dari penurunan nilai aset nonkas, termasuk lebih dari US$ 190 juta kerugian dari aset digital, aset digital yang dijaminkan, dan sekuritas ekuitas. AdvertisementMayoritas pendapatan kuartalan TMTG berasal dari layanan iklan di Truth Social, platform media sosial utama perusahaan yang digunakan oleh Donald Trump. Trafik platform tersebut sebelumnya memang sudah jauh tertinggal dibandingkan platform sejenis seperti X milik Elon Musk. Selain kerugian besar dari aset digital, beban operasional perusahaan juga meningkat signifikan.