Manajemen Newport kemudian merespons polemik tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. "Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," tulis Newport dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026). "Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport," tulis mereka. "Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," tulis manajemen Newport lagi. Karena itu, perusahaan berkomitmen meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan promosi di masa mendatang.