Liputan6.com, Jakarta - Di pasar wadah minuman yang super kompetitif, fungsi penahan suhu saja tak cukup untuk menjadikan produk sebagai simbol gaya hidup prestisius. Berawal dari ide sederhana untuk menciptakan botol vakum baja yang tangguh bagi para pekerja dan penggiat luar ruangan, Stanley bertransformasi menjadi pelopor wadah minuman modis berskala global. AdvertisementPerjalanan pesat Stanley berakar dari keberanian mengeksekusi reorientasi strategi dan mengamankan momentum di saat yang tepat. Dilansir dari Retail Dive, Senin (10/8/2026), botol tumbler ikonik Stanley Quencher berkapasitas 40 oz (sekitar 1,18 liter) awalnya diluncurkan pada tahun 2016 tanpa pemasaran khusus dan sempat hampir dihentikan produksinya pada tahun 2019. Di bawah kepemimpinannya, pendapatan tahunan Stanley yang berada di angka US$ 73 juta pada tahun 2019 melonjak secara fantastis menjadi lebih dari US$ 750 juta pada tahun 2023.