Karena itu, pihak yayasan saat ini meminta kepada mantan ketua yayasan yaitu IWD untuk membuka ruangan tersebut dengan surat resmi. Hermawanto membantah narasi bahwa IWD tidak memiliki akses terhadap ruangan tersebut karena sudah dikuasai oleh pengelola yayasan yang baru. Menurutnya, kunci ruangan tersebut masih dipegang oleh pihak IWD, termasuk ruangan yang ditemukan senjata pada 5 Agustus 2026 dan ruangan bagian keuangan. Kini, masih ada beberapa ruangan yang masih belum dibuka, dua di anraranya terpasang police line. Tapi kalau ruangan ada satu lagi ruangan yang tidak di-police line, tapi itu ruangan bagian keuangan yang isinya kelihatan kalau dari luar, dari kaca, itu data-data buku-buku saja," tuturnya.