Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta) hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi setelah penurunan tak terduga dalam data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) pada Juli memupus sentimen kenaikan suku bunga dan membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan. Harga emas telah naik lebih dari 7% sepekan ini. Meger menuturkan, penurunan harga energi dan kemungkinan kecilnya kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) sama-sama mengisyaratkan pelemahan dolar dan penguatan harga emas. Probabilitas The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan naik menjadi 60,4%, dibandingkan 43,2% tepat sebelum data tersebut dirilis.