Liputan6.com, Jakarta Cara mengenali orang yang tidak bahagia dilihat dari kebiasaan sehari-hari sebenarnya bisa dipelajari, sebab ketidakbahagiaan jarang muncul dari satu peristiwa besar. Seseorang bisa tampak baik-baik saja di permukaan, padahal menyimpan kelelahan batin yang dalam. Karena itu, memahami cara mengenali orang yang tidak bahagia dilihat dari kebiasaan sehari-hari membuat kita lebih peka, baik terhadap diri sendiri maupun orang terdekat. Kabar baiknya, sebagian besar kebahagiaan berada dalam kendali kita sendiri. Peneliti dari University of California, Sonja Lyubomirsky, dikutip dari HuffPost, menyatakan bahwa 40 persen kapasitas kita untuk bahagia berada dalam kuasa kita untuk mengubahnya.