Liputan6.com, Jakarta - Bentrokan dipicu sengketa lahan pecah di kawasan kaki Gunung Salak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang terluka, tiga di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka sabetan benda tajam dan patah tulang rusuk. Ketua KTH Maduhur, Sofyan Hadi, membenarkan bahwa pengerahan massa dan alat berat ke lahan garapan petani bukan pertama kalinya terjadi di lokasi tersebut. Menurut Sofyan, kelompok tani sebenarnya telah mengetahui indikasi pergerakan massa tersebut dan sempat berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah setempat sehari sebelum kejadian. Masalah memuncak ketika lahan tersebut dialihfungsikan menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan swasta tanpa pernah diolah secara nyata oleh pihak korporasi.