Liputan6.com, Jakarta - Intervensi gabungan Amerika Serikat (AS)-Jepang untuk mendukung mata uang yen yang sedang tertekan telah diumumkan pada 31 Juli 2026. Intervensi itu sempat membuat yen melambung tetapi lonjakan mulai mereda. Namun, sejak saat itu, pergerakan yen menjadi tidak stabil. AdvertisementFundamental yen itu menjadi sorotan. Jika langkah ini menjadi bumerang, Sockin menambahkan, para spekulan mungkin akan memperparah pembalikan arah tersebut dengan menjual yen dan obligasi pemerintah AS (Treasury) secara agresif.