Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau Uang Primer (M0) Adjusted tumbuh pesat pada Juli 2026. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, dengan lonjakan tersebut, total nilai Uang Primer Adjusted di Indonesia kini resmi menyentuh angka Rp 2.254,5 triliun. Peningkatan laju uang primer ini terutama didorong oleh dua komponen utama. Pertama Giro Bank Umum di Bank Indonesia (adjusted) yang tumbuh pesat sebesar 17,1% (yoy). Sebagai informasi, Uang Primer Adjusted merupakan indikator yang menggambarkan perkembangan uang inti dengan mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat adanya kebijakan insentif likuiditas.