Mulai tahun depan, acara tiga hari di Jepang Tengah ini akan diselenggarakan pada bulan November saat musim gugur. Konsep ini akhirnya meledak di Jepang dan menjadi sensasi global di tahun 1990-2000-an. Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian panas ekstrem di Jepang dan berbagai tempat lainnya. “Di berbagai ajang besar seperti World Cosplay Summit, orang-orang memilih untuk memakai kostum yang rumit dan memiliki beberapa lapis,” ucap seorang teknisi listrik. “Hampir semua peserta yang ikut parade hari ini pasti memakai kostum yang lebih nyaman karena mereka harus berjalan di bawah teriknya matahari,” kata Jeoffry Quiban, yang memakai kostum Hiei dari anime Yu Yu Hakusho.