Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono mengakui banyak kekurangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terkait keracunan massal di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. "Tadi saya langsung berkunjung ke SPPG yang menangani ini, memang banyak sekali kekurangan. Sementara kita suspend (hentikan sementara) dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada standar operasional prosedur atau bahan bakunya. Termasuk yang di Semarang, Jawa Tengah, juga sama, dia mulai masak jam 21.00. Ini kan masalah kedisiplinan, nah ini kita lagi cari formula (untuk mengawasi SPPG yang melanggar)," kata Kepala BGN Sudaryono.