Liputan6.com, Jakarta - Suara Anna Zelvia bergetar saat menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nunuk Suryani, serta Komisi X DPR RI, Jumat (7/8/2026). Kami di sini adalah guru yang sudah bersertifikat pendidik, sudah ber-NUPTK, sudah mengabdi bertahun-tahun, Dapodik kami juga sudah terdata dari 2019, dan kami harus menerima pil pahit, kami harus dirumahkan per Januari 2026," ujar Anna sambil menangis. Ia khawatir penonaktifan data Dapodik membuat para guru kehilangan kesempatan mengikuti kebijakan penataan guru non-ASN yang tengah dipersiapkan pemerintah pusat. Menurutnya, jika status data Dapodik mereka tidak dipulihkan, mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk mengikuti skema tersebut. Kalau data Dapodik kami tidak aktif, maka kesempatan yang telah diberikan oleh Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan hilang.