None
ID
Lima Klaster Budidaya Rumput Laut, Mesin Penggerak Ekonomi Pesisir NTT
['Nurul Huda', 'Diterbitkan Agustus', 'Wisnoe Moerti', 'Tim Redaksi']
Liputan6.com Peristiwa
Sektor hulu dihadapkan pada kelangkaan bibit unggul yang berkelanjutan, serangan penyakit ice-ice serta penurunan kualitas air akibat perubahan iklim.
Masalah makin kompleks akibat minimnya penerapan teknologi modern dan CBIB, serta optimalisasi lahan budidaya yang belum maksimal.
Sementara di sektor hilir, mayoritas hasil panen masih dijual dalam bentuk kering sebagai bahan baku.
Sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati daerah pemroses industri pengolahan.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur logistik, akses pembiayaan, standarisasi mutu, sertifikasi produk, hingga akses pasar ekspor masih menjadi tantangan utama"Melalui pengembangan lima klaster budidaya, pemerintah daerah berharap rantai pasok rumput laut dapat diperkuat sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan di NTT agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati masyarakat setempat,” ujar dia, seperti dilansir Antara.