Liputan6.com, Jakarta - Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga rumah primer tumbuh tipis. Indeks harga rumah tipe besar tercatat sebesar 108,41 atau tumbuh 0,68% (yoy), naik dibanding triwulan I 2026 yang tumbuh 0,50% (yoy). Banjarmasin menjadi salah satu kota yang mengalami lonjakan pertumbuhan harga pada triwulan II 2026 sebesar 1,29% (yoy), naik drastis dari 0,52% (yoy). Kenaikan signifikan juga terjadi di Pekanbaru yang berbalik tumbuh 3,23% (yoy) dari sebelumnya terkontraksi 0,03% (yoy). "Sebaliknya, laju harga rumah di Padang dan Balikpapan melambat masing-masing menjadi 0,63% (yoy) dan 1,19% (yoy), dari posisi triwulan sebelumnya sebesar 1,21% (yoy) dan 1,44% (yoy)," katanya.