Liputan6.com, New Delhi - Komite Parlemen India untuk Komunikasi dan Teknologi Informasi memberi waktu tiga hari kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pemblokiran sementara unggahan Perdana Menteri Narendra Modi di Facebook. Pada Juli lalu, Meta sempat membatasi akses terhadap video unggahan Modi yang ditujukan kepada para pelajar India terkait kebocoran soal ujian nasional. AdvertisementPerusahaan itu kemudian memulihkan unggahan tersebut dengan alasan terjadi kesalahan teknis serta menyampaikan permintaan maaf resmi. Langkah itu berpotensi membuka jalan bagi pertanggungjawaban pidana terhadap perwakilan Meta di India. India juga disebut sebelumnya telah mengirimkan permintaan klarifikasi kepada Meta terkait isu tersebut.