Liputan6.com, Washington - Sekitar 50 juta orang diperkirakan akan terdorong ke dalam kondisi kelaparan akut sebelum akhir tahun depan akibat perkembangan cepat fenomena cuaca El Nino. AdvertisementMenurut WFP, fenomena tersebut diperkirakan akan menambah lebih dari seperlima dari 225 juta orang di 45 negara yang saat ini berada dalam kondisi rawan pangan akut. Sebagian pihak bahkan menyebutnya sebagai "super El Nino", meskipun istilah tersebut tidak diakui secara resmi. Pada awal tahun ini, para ahli menyatakan bahwa El Nino yang kuat dapat berpadu dengan pemanasan global dan berpotensi menjadikan tahun ini, atau yang lebih mungkin pada 2027, sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat. Sebelumnya, sejumlah lembaga prakiraan dari sektor swasta telah memperingatkan dampak El Nino terhadap harga pangan global.