Liputan6.com, Madrid - Sedikitnya 141 orang dilaporkan tewas setelah otoritas Maroko membuka gerbang perbatasan menuju Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Dengan demikian, jumlah korban tewas mencapai 141 orang, melampaui berbagai tragedi sebelumnya di perbatasan Maroko-Spanyol. Adapun di Pantai Tarajal, Ceuta, sebanyak 15 orang tewas pada 2014. Puluhan ribu orang memasuki Ceuta melalui perlintasan Tarajal setelah otoritas Maroko membuka gerbang perbatasan pada Kamis. Menghadapi besarnya jumlah korban, otoritas Spanyol memberlakukan protokol "korban massal", yang biasanya digunakan dalam penanganan bencana besar seperti kecelakaan kereta api maupun kecelakaan penerbangan.