Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI memperkuat diplomasi publik dan kapasitas negosiasi internasional sebagai langkah memperkokoh posisi Indonesia dalam tata kelola kehutanan global. Strategi ini juga diarahkan untuk mendukung visi Indonesia menjadi salah satu pemimpin diplomasi kehutanan dunia. Advertisement"Indonesia memiliki hutan tropis yang luas, mangrove terluas di dunia, kekayaan biodiversitas yang luar biasa, serta berbagai praktik baik dalam pengelolaan hutan lestari. Ristianto menjelaskan, penguatan diplomasi menjadi bagian dari arah kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai penjaga hutan tropis dunia, tetapi juga menjadi pemimpin dalam diplomasi kehutanan internasional. Menurutnya, diplomasi yang kuat diperlukan agar berbagai keberhasilan Indonesia dalam pengelolaan hutan berkelanjutan tidak hanya diakui, tetapi juga dipercaya dan menjadi rujukan dunia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, serta pembangunan ekonomi hijau.