Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Penguatan mata uang Garuda didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia setelah muncul optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz, serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi. Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, rupiah menguat 22 poin atau 0,12% menjadi 17.911 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 17.933 per dolar AS. Penurunan harga minyak dipicu meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, akan segera kembali dibuka. Advertisement"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.