Liputan6.com, Jakarta - Biaya penerbangan di Amerika Serikat (AS) pada bulan Juli meroket hingga 26,5% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data federal terbaru. AdvertisementMeski begitu, ia mengaku harga tinggi tersebut tidak mengganggu rencana perjalanannya karena ia masih sanggup membayar. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar US$ 186,65 (Rp 3,3 juta). "Meskipun harga bahan bakar dan tiket membumbung tinggi, kami melihat permintaan pasar masih sangat kuat," ujar CEO Southwest Airlines, Bob Jordan. Kenaikan biaya operasional serupa juga dialami American Airlines yang mencatatkan lonjakan biaya hingga lebih dari 50% dibanding tahun 2025.