Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menetapkan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), semikonduktor, genomik, teknologi kuantum, nuklir, dan antariksa sebagai fokus utama riset nasional dalam dua hingga tiga dekade mendatang. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan penguasaan teknologi maju menjadi faktor penentu bagi sebuah negara untuk bersaing di masa depan. Karena itu, Indonesia perlu membangun kemampuan teknologi sendiri, bukan hanya menjadi pengguna hasil inovasi negara lain. Di bidang genomik, BRIN ingin memperkuat kemampuan nasional dalam menghasilkan benih unggul, obat-obatan, hingga pengembangan bioindustri. Adapun teknologi kuantum diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi sistem keamanan dan komputasi masa depan.