Seperti contohnya, saat ini pihak-pihak tidak bertanggung jawab mencuri mata uang kripto senilai USD 130 juta (sekitar Rp 2,3 triliun) dari pengguna dompet kripto offline, yaitu perangkat dikhususkan untuk menyimpan Bitcoin dengan aman. Berdasarkan laporan TechCrunch, sejumlah grup peretas memiliki akses ke dompet kripto Coldcard dan terus menerus menguras dana. Umumnya, hot wallet ini disebut memiliki keamanan lebih tinggi dari peretasan, pencurian, malware, dan ransomware. Peretas melancarkan lebih dari 200 serangan kripto antara Januari dan Juli 2026, mengakibatkan kerugian sebesar USD 972 juta (sekitar Rp 17,4 triliun). Angka tersebut menunjukkan peningkatan jumlah insiden, tetapi nilai aset yang dicuri lebih rendah dibandingkan dengan enam bulan pertama pada 2025.