Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengevaluasi penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Papua yang pada kuartal II 2026 tercatat hanya sebesar 1,36%. Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut memang belum optimal dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk merumuskan langkah percepatan. Kita akan lihat seperti apa, saya akan konsultasi dengan Bapak Menteri Bappenas untuk memastikan pertumbuhan di sana lebih cepat,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026). AdvertisementIa menilai perlambatan ekonomi di sebagian wilayah Maluku dan Papua bukan merupakan fenomena baru. Daerah yang memiliki aktivitas pertambangan, seperti Maluku Utara, dinilai berpotensi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain yang tidak memiliki basis ekonomi serupa.