Airlangga menyebut investasi tumbuh 7,2%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% secara kumulatif pada semester I 2026. "Dari segi investasi, investasi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 507,6 triliun atau sekitar 50,2%, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 502,9 triliun. Dia menuturkan, tren investasi di luar Pulau Jawa terus meningkat sehingga komposisinya kini relatif berimbang dengan investasi di Pulau Jawa. Nilai investasi yang masuk ke sektor hilirisasi mencapai sekitar 30% dari total realisasi investasi nasional atau sekitar Rp300 triliun pada semester I 2026.