Liputan6.com, Jakarta - Perasaan merasa lega atau bahkan senang ketika sebuah rencana atau janji tiba-tiba dibatalkan mungkin terdengar kontradiktif, namun hal ini cukup umum terjadi. Reaksi ini seringkali menjadi indikator dari ciri kepribadian orang yang senang saat janji dibatalkan, yang mencerminkan kebutuhan mendalam akan otonomi dan pengelolaan energi sosial. Perasaan lega ini bukan berarti seseorang tidak menghargai interaksi sosial atau tidak peduli terhadap orang lain. Sebaliknya, hal ini bisa menjadi cerminan dari preferensi terhadap kualitas interaksi, kebutuhan untuk mengisi ulang energi, atau bahkan upaya mengelola tingkat kecemasan tertentu. Berbagai penelitian dan pandangan psikologis mengidentifikasi setidaknya delapan karakteristik umum yang sering ditemukan pada individu yang merasakan kelegaan saat jadwal mereka mendadak kosong.