Dalam enam bulan pertama 2026, jalan di Blora menjadi saksi bisu 332 kecelakaan lalu lintas. Di balik angka itu, 38 orang kehilangan nyawa, ratusan lainnya terluka dan kerugian material menembus Rp 205,3 juta. Korban meninggal dunia 38 orang, korban luka ringan 394 orang, dengan kerugian material sebesar Rp205.300.000," beber Bayu kepada Liputan6.com, Rabu (5/8/2026). Di baliknya ada keluarga yang kehilangan tulang punggung, anak yang kehilangan orang tua, hingga korban yang harus menjalani perawatan panjang akibat luka yang diderita. "Faktor penyebab kecelakaan paling banyak karena kurang hati-hati, kurang konsentrasi, serta kurang istirahat atau mengantuk saat berkendara," ujar Bayu.